Wednesday, November 23, 2005

Perjalanan ke Bukittinggi : "Party Cruise" dari Merak ke Bakahuni


Dalam perjalanan pulang kampung, naik kapal ferry dari Merak ke Bakahuni sekitar 2 jam. Karena berangkat dari Jakarta sudah sore hari ya kami kebagian naik kapal ferry sekitar jam 7 malam, pengennya sih naik kapalnya siang hari jadi banyak yang bisa dilihat, tapi no choise. Awalnya cuma gelap gulita, mana ada lampu penerang jalan di tengah laut toh, eh tiba-tiba ada kapal ferry lain melintas melampaui kapal fery kami. Yang menarik dari kapal ferry terdengar keras suara musik dangdut, kapal fery itu sendiri dihiasi lampu kelap-kelip yang kelihatan terang benderang ditengah laut gelap.

Gimana caranya memoto kapal melaju diatas kapal yang sedang melaju dimalam gelap ? Enggak mungkin pakai auto. Akhirnya diakali pake manual setting, pake apperture terbesar yang bisa dikasih kamera dan speed terendah agar cahaya bisa menutupi kegelapan, tapi juga enggak berani pake speed terlalu rendah karena enggak punya tripod. Beginilah hasil photo tersebut, goyang dan blur, maklum mengabaikan warning bahwa kamera shaking.... tapi jadinya seperti party cruise kan ? ha..ha.. at least begitulah kata yang moto.

Ini rangkaian photo-photo yang diambil selama liburan dibukittinggi :
Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek

Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan

Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai sianok

Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang

Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau

Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 1 - Warna warni di kebon nenek

Taman Nenek (nyokap ku) memang menjadi ladang emas buat diphoto, gimana tidak, hampir semua tanaman yang ditanamnya sedang berbunga, tapi sih kayaknya memang tiap hari berbunga, dari bunga bougenville (bahasa awamnya bunga kertas), melati, mawar, bunga sepatu, apa lagi ya? aku koq sedikit "gaptek" mengenai nama-nama bunga, dan mencocokkan nama bunga dengan bunganya...hehe...

Anyway... ini bunga-bunga warna warni yang sempat diphoto di pagi hari yang cerah di taman nenek :



Photo-photo lain bisa dilihat disini :
Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise

Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan

Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai sianok

Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang

Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau

Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 2 - Warna warni di persawahan

Rumah Nenek (nyokapku) terletak di antara gunung Merapi dan gunung Singgalang, tepatnya lagi dikaki gunung Singgalang, tepatnya lagi diantara persawahan yang ada di kaki gunung Singgalang. Jadi kalau melihat kebelakang rumah maka yang terlihat adalah persawahan luas yang terhampar sampai ke gunung Singgalang, diselingi dengan perladangan, karena memang menanam padi harus diselingi juga dengan menanam pohon lain (cabe, kentang, sayur, dll) agar tanahnya senantiasa subur. Kalau melihat kedepan rumah adalah gunung Merapi yang rajin "batuk-batuk" kecil mengeluarkan asap tiap paginya, batuk-batuk seperti ini katanya lebih sehat buat gunung yang masih aktif, yang tidak sehat itu kalau gunung langsung batuk besar.

Kedengaran indah untuk diphoto kan ? Memang..... tapi susah motonya karena lingkungan indah ini sudah terpolusi juga dengan perumahan yang bertingkat dua, jadi rada susah motonya. Juga moto pemandagan kalau diambil dengan angle yang biasa aja kan jadinya pemandangan biasa aja ? susah juga...... so, these are my best shoot, rasanya sih biasa saja, enggak ada istimewanya....... tapi look at the bright side, jarang-jarang kan bisa moto pemandangan alami dengan cara biasa...hehe....



Gunung Singgalang dan Gunung Merapi



Cerita lain di Bukittinggi :
Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise

Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek

Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai sianok

Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang

Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau

Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 3 - Warna warni di Ngarai Sianok

Bagi yang belum pernah ke Ngarai Sianok, Ngarai Sianok itu adalah lembahnya gunung Singgalang, memang indah karena ada sungai-sungai kecil yang mengalir dengan dikelilingi bukit-bukit kecil. Nah Ngarai Sianok itu juga bisa dilihat dari Bukittinggi, jadi melihat ngarai/lembah dari tempat yang lebih tinggi. Lebih istimewa sejak ditemukannya "Goa Jepang" sekitar tahun 1985.

Lokasi Goa Jepang dari Ngarai Sianok dibagian atas dan tembus ke Ngarai bagian bawah. Goa ini sebagaimana namanya, dibangun oleh Tentara Jepang sebagai benteng perlindungan sekaligus tempat pelarian mereka. Goa ini dibangun oleh tetesan keringat dan darah rakyat Sumatera Barat, yang setelah goa terbangun mereka semua dibunuh agar kerahasiaan goa ini terjamin. Benteng goa ini terdiri dari lorong panjang berliku-liku, ada ruangan rapat, ruangan tidur, ruangan tahanan dan dapur. Memang sekarang ini hanya ruangang-ruangan kosong tanpa ada isinya, kita tahu kegunaan ruangan tersebut juga dari cerita penjaganya. Goa Jepang ini masih terus diexplorer, karena disinyalir goa ini masih lebih luas dibanding dengan apa yang telah ditemukan sekarang.



Ngarai Sianok dan Pak Tua mengambil wudhu'



Persawahan di dasar ngarai sianok dan Tangga turun/naik ke Goa Jepang


Dasar ngarai dilihat dari goa Jepang

Cerita lebih lengkap mengenai perjalanan kita ke Bukittinggi :
Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise
Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek
Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan
Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang
Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau
Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 4 - Sunset di Pantai Padang

Memoto sunset di pantai muaro padang tidak seindah memoto sunset di anyer atau di bali, enggak tahu kenapa itu matahari tidak memberikan the bestnya, mungkin karena banyak awan sehingga cahayanya jadi tidak semarak. Biasanya kan matahari sunset warnanya kuning, merah, orange gitu, kalau ini biasa aja. Enggak juga ada objek yang bisa diphoto, seperti kapal nelayan atau apa gitu. Frustrasi, akhirnya hanya memoto anak-anak dan ayahnya bersenang-senang mengejar dan dikejar ombak. Tapi memoto sunset memang tidak harus memoto mataharinya doang, atau memoto siluet didepan matahari, photo sunset standard seperti ini, yang diphoto pake auto dan fokus pada objek photo sehingga objek photo tidak menjadi siluet ternyata juga bisa memberikan efek yang lain. Well, at least sebuat photo yang "berbicara".


Cerita kita lainnya :
Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise
Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek
Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan
Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai_sianok
Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau
Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 5 - Oh Danau Maninjau



Siapa tak kenal danau Maninjau ? kalau kenal danau Maninjau pasti juga kenal dengan kelok 44-nya, kelokan yang ditakuti para supir... tapi itu jaman dulu, kalau ngeliat sekarang sih sebenarnya hampir sama dengan kelokan di tempat parkiran di gedung-gedung Jakarta, cuma jumlah kelokannya ada 44.

Memoto danau Maninjau yang paling bagus ya dari Puncak Lawang, karena bisa meliput seluruh danau dari ketinggian, sayang aku masih gaptek moto view pemandangan.... apalagi menyatukan photo2 pemandangan menjadi satu photo... jadi ya hasil photo danau Maninjau cuma segini ini.

Photo-photo lainnya :

Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise
Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek
Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan
Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai_sianok
Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang
Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau
Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang

Bukittinggi Part 6 - Jam Gadang yang sudah tidak gadang





  1. Jam gadang.... maapin aku ya, sampai detik ini aku belum berhasil memoto dirimu menjadi lebih indah dari yang seharusnya... masih hasil photo amatiran... hiks


    Lebih banyak photo-photo:

    Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise
    Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek
    Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan
    Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai_sianok
    Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang
    Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau
    Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang